Biodegradasi atau
degradasi biotik adalah degradasi kimia bahan (polimer misalnya)
disebabkan oleh tindakan yang terjadi secara alami mikroorganisme seperti
bakteri, jamur dan ganggang (degradasi kimia yang tidak
melibatkan aktivitas biologis didefinisikan sebagai degradasi
abiotik) , Sebagai hasil biodegradasi menghasilkan karbon
dioksida dan / atau metana dan air. Jika oksigen saat ini
biotik degradasi yang terjadi adalah degradasi aerobik dan
karbon dioksida dihasilkan. Jika tidak ada oksigen tidak tersedia, degradasi
biotik adalah degradasi anaerobik, dan metana diproduksi bukan karbon
dioksida. Dalam beberapa kondisikedua gas yang dihasilkan.
Seperti yang kita
ketahui, plastic adalah materi yang sangat sulit untuk diuraikan secara
alamiah. Sedangkan jika dibakar akan berbahaya bagi paru-paru. Saat ini ada
produk plastic dari politen dan polyester poliurethan yang bermassa molekul
rendah yang dikembangkan. Sebenarnya ada dua jenis plastik, non
biodegradasi dan biodegradasi. Plastik jenis non biodegradasi tidak dapat
diurai oleh mikroba. Jika plastik ini ternaman di tanah, mikroba tak mampu memutuskan
ikatan rantai atom C-nya. Sedang plastik biodegrasi dapat diurai oleh mikroba.
Plastik ini bukan pencemar/polutan bagi tanah, dikatakan plastik ini aman
lingkungan. Smart plastic Cleaner planet.
Plastik
tergolong senyawa
polimer, strukturnya terdiri atas rantai atom karbon, C yang panjang,
masing-masing atom C mengikat atom hidrogen, H. Selain itu, rantai atom C
mengandung atom oksigen, O. Ketika sebuah kantong plastik kita isi dengan air,
air tak dapat menerobos pori-pori plastik yang sangat kecil, jauh lebih kecil
dibanding selaput semipermeabel. Bahkan udarapun tak dapat menembus plastik.
Polimer plastik ini ikatan kimianya sangat kuat, serat polimer ini menempel
ketat satu dengan lainnya.
Plastik
dibuat oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup yang makin meningkat. Dewasa
ini plastik benar-benar mempengaruhi hidup kita. Setiap hari hidup kita tak
dapat terlepas dari plastik. Berjenis-jenis plastik beredar di pasaran,
masing-masing jenis plastik memiliki sifat khusus. Bagaimanapun, kita harus
menggunakan plastik itu sesuai fungsinya. Suatu masalah besar terjadi dengan
munculnya plastik daur ulang yang membahayakan kesehatan, yaitu mengandung PVC.
Seharusnya tas plastik ini tidak digunakan untuk makanan panas, berminyak atau
mengandung alkohol, namun kesalahan penggunaan telah terjadi. Plastik jenis
terakhir inilah yang perlu diwaspadai.