Minggu, 24 Maret 2013

KEASAMAN ASAM KARBOKSILAT

  •   Asam karboksilat terionisasi di dalam air membentuk larutan yang bersifat sedikit asam
  •   Keasaman asam karboksilat ¹ asam-asam anorganik karena asam karboksilat terionisasi sebagian di dalam air --> asam lemah   
  •   Dibanding dengan alkohol, Ka asam karboksilat lebih besar  karena asam karboksilat dapat beresonansi  
  • Asam karboksilat dapat bereaksi dengan basa (NaOH) membentuk garam karboksilat

Pengaruh Subtituen Pada Keasaman Asam Karboksilat dan Kebasaan Garam Karboksilat
Faktor-faktor yang dapat meningkatkan kestabilan anion berarti akan menaikkan keasaman, dan faktor-faktor yang mengurangi kestabilan anion akan menyebabkan penurunan keasaman suatu asam karboksilat. Menurut teori asam-basa Bronsted Lowry, bila suatu asam karboksilat bersifat asam kuat, maka basa konjugasinya bersifat basa lemah, sebaliknya bila suatu asam karboksilat bersifat asam lemah, maka basa konjugasinya bersifat basa kuat.

RCOOH     <--->    RCOO- + H+
 
Pada tabel berikut, diperlihatkan semakin anda mengikatkan klorin semakin asam molekul.


pKa
CH3COOH
4.76
CH2ClCOOH
2.86
CHCl2COOH
1.29
CCl3COOH
0.65
jika klorin tersebut semakin menjauhi -COO- maka semakin lemah asamnya

pKa
CH3CH2CH2COOH
4.82
CH3CH2CHClCOOH
2.84
CH3CHClCH2COOH
4.06
CH2ClCH2CH2COOH
4.52

Pengukuarn kekuatan asam
Dalam air asam karboksilat berada pada kesetimbangan dengan ion karboksilat dan ion hidronium. Satu ukuran dari kekuatan asam ialah besarnya ionisasi daslam air. Lebih besar jumlah ionisasi, lebih kuat asamnya. Asam karboksilat umumnya asam yang lebih lemah daripada H3O+; daslam larutan air, kebanyakan molekul asam karboksilat tidak terionisasi.
Kekuatan asam dinyatakan sebagai konstanta asam Ka, konstanta kesetimbangan ionisasi dalam air.
Dimana :   [RCO2H] = molaritas dari RCO2H
                 [RCO2] = molaritas dari RCO2-
                 [H3O+] atau [H+] = molaritas H3O+ atau H+
Harga Ka yang lebih besar berarti asam tersebut lebih kuat sebab konsentrasi dari RCO2- dan H+ lebih besar. Untuk mempermudah maka harga pKa= adalah pangkat megatifdari pangkat dalam Ka. Apabila Ka bertambah, pKa berkurang; oleh sebab itu makin kecil pKa berarti makin kuat asamnya.
 Resonansi dan kekuatan asam
Sebab utama asam karboksilat bersifat asam adalah resonansi stabil dari ion karboksilat. Kedua struktur dari ion karboksilat adalah ekivalen; muatan negatif dipakai sam oleh kedua atom oksigen.
Delokalisasi dari muatan negatif ini menjelaskan mengapa asam karboksilat lebih asam daripada fenol. Walaupun ion fenoksida merupakan resonansi stabil kontribusi utama struktur resonansi mempunyai muatan negatif berada pada satu atom.
 Efek induksi dan kekuatan asam
Factor lain disamping resonansi stabil dari ion karboksilat mempengaruhi keasaman dari senyawa. Delokalisasi lebih jauh dari muatan negatif ion karboksilat menstabilkan anion, relative terhadap asamnya. Penambahan kestabilan dari anion menyebabkan bertambahnya keasaman dari suatu asam. Misalnya, khlor elektronegatif. Dalam asam khloroasetat, khlor menarik keerapatan elektron dari elektron dari gugusan karboksil ke dirinya. Penarikan elektron ini menyebabkan delokalisasi lebih jauh dari muatan negatif, jadi menstabilkan anion dan menambah kekuatan asam dari asamnya. Asam khloroasetat lebih kuat dari asam asetat.
Makin besar penarikan elektron oleh efek induktif, lebih kuat asamnya. Asam dikloroasetat mengandung dua atom khlor yang menarik elektron dan merupakan asam yang lebih kuat dari pada asam khlorasetat. Asam trikhloroasetat mempunyai tiga atom khlor dan lebih kuat lagi daripada asam dikhloroasetat.
   

7 komentar:

  1. PERMASALAHAN :
    1.Menurut teori asam-basa Bronsted Lowry, bila suatu asam karboksilat bersifat asam kuat, maka basa konjugasinya bersifat basa lemah, sebaliknya bila suatu asam karboksilat bersifat asam lemah, maka basa konjugasinya bersifat basa kuat.
    mengapa demikian?mengapa basa konjugasinya tidak bersifat basa kuat juga jika asam karbosilatnya bersifat asam kuat,dan sebaliknya.!!

    2.Pada asam karboksilat,semakin mengikatkan klorin semakin asam molekulnya dan jika klorin tersebut semakin menjauhi -COO- maka semakin lemah asamnya, mengapa bisa demikian?apa yang mempengaruhi hal tersebut?

    BalasHapus
  2. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no.2

    Berdasarkan literatur yang saya baca, faktor yang bekerja disini adalah efek induktif dari gugus yang dekat dengan gugus karboksil. Efek ini terpancar melalui ikatan, dengan menggeser elektron ikatan ke arah atom elektronegatif atau menjauhi atom elektropositif. Ingat bahwa gugus penarik elektron meningkatkan keasaman, dan gugus pelepas elektron menurunkan keasaman.

    Karena klorin lebih elektronegatif dibandingkan karbon, ikatan C-Cl terpolarisasi dengan klorin membawa muatan negatif parsial dan karbon positif parsial. Jadi elektron tertarik menjauhi ujung ion karboksilat ke arah klorin. Efek ini cenderung menyebarkan muata negatif pada atom yang lebih banyak dibandingkan pada ion asetat sendiri dan dengan demikian menstabilkan ion yang bersangkutan. Semakin banyak klorin, semakin besar efek induktif dan semakin besar kekuatan asam.

    Jika klorin tersebut semakin menjauhi -COO- maka keasamannya semakin lemah karena ikatan yang terbentuk antara gugus penarik elektron juga semakin lemah seiring dengan semkin jauhnya klorin tersebut dengan gugus -COO-. Itulah sebabnya jika klorin tersebut semakin menjauhi -COO- maka keasamannya semakin lemah.

    Semoga membantu :)

    BalasHapus
  3. saya akan menjawab pertanyaan no 1 .
    menurut literatur yang saya baca Klasifikasi asam-basa pada senyawa organik pada umumnya mengikuti teori asam – basa Bronsted – Lowry. Untuk senyawa-senyawa organik, yang perlu diingat bahwa asam kuat akan menghasilkan basa konjugasi yang stabil, begitu juga sebaliknya akan lebih kompleks.
    Asam lemah adalah salah satu yang tidak terionisasi seluruhnya ketika asam lemah tersebut dilarutkan dalam air. Asam asetat adalah asam lemah yang terionisasi sebagian. Asam asetat bereaksi dengan air untuk menghasilkan ion hidroksonium dan ion etanoat, tetapi reaksi kebalikannya lebih baik dibandingkan dengan reaksi ke arah depan. Ion bereaksi dengan sangat mudah untuk membentuk kembali asam dan air.
    jadi , jika asam kuat maka basa konjugasinya harus yang lemah karena jika basa konjugasinya juga yang kuat maka raksinya tidak akan pernah stabil saat asam kuat tersebut menghasilkan basa konjugasinya yg stabil , begitu juga sebaliknya
    terima kasih

    BalasHapus
  4. Saya akan encoba enjawab pertanyaan no 2.

    Dari literatur yang saya baca, faktor lain yang dapat mepengaruhi tingkat keasaaman asam karboksilat adalah efek induksi. Delokalisasi lebih jauh dari muatan negatif ion karboksilat menstabilkan anion, relative terhadap asamnya. Penambahan kestabilan dari anion menyebabkan bertambahnya keasaman dari suatu asam. Misalnya, khlor elektronegatif. Dalam asam khloroasetat, khlor menarik keerapatan elektron dari gugusan karboksil ke dirinya. Penarikan elektron ini menyebabkan delokalisasi lebih jauh dari muatan negatif, jadi menstabilkan anion dan menambah kekuatan asam dari asamnya. Makin besar penarikan elektron oleh efek induktif, lebih kuat asamnya. Asam dikloroasetat mengandung dua atom khlor yang menarik elektron dan merupakan asam yang lebih kuat dari pada asam khlorasetat. Asam trikhloroasetat mempunyai tiga atom khlor dan lebih kuat lagi daripada asam dikhloroasetat.

    Atom klorin efektive saat berdekatan dengan -COO- dan efeknya berkurang dengan semakin jauhnya atom klorin dengan gugus -COO-. Hal ini disebabkan karena semakin jauh jarak antara gugus penarik elektron dengan gugus COO- maka ikatan antar keduanya semakin lemah. Hal inilah yang menyebabkan sifat keasaman menurun ketika klorin menjauhi COO-

    Semoga membantu :)

    BalasHapus
  5. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan anda yang ke 2 .
    menurut literatur yang saya baca , Keasaman yang diperbesar timbul dari efek induktif klor yang elektronegatif. Dalam asam karboksilat yang tak terionkan, Cl yang menarik electron mengurangi rapatan electron dari karbon α. Akibatnya ialah struktur berenergi-tinggi karena muatan-muatan positif berdekatan.

    Namun, dengan adanya klor akan mengurangi energy anion. Dalam hal ini, muatan negative gugus karboksilat sebagian tersebar oleh muatan δ+ di dekatnya.

    Efek suatu gugus elektronegatif di dekat gugus karboksil adalah memperkuat sifat asam dengan cara mendestabilkan asam itu dan menstabilkan anionnya, relative satu terhadap yang lain.

    jadi ketika Cl semakin menjauhi -COO- , maka efek induktif semakin kecil dikarenakan semakin jauh jarak antara Cl dan -COO- yang disebabkan oleh semakin banyaknya atom yang berada antara gugus karboksil dan gugus elektronegatif itu. dengan semakin jauhnya Cl dan -COO- , maka Cl yang tadinya menarik electron sehingga mampu mengurangi rapatan electron dari karbon α sekarang agak sulit menarik elektron . oleh karena itu keasaman dari asam karboksilat itu menjadi semakin lemah .

    semoga dapat membantu :)

    BalasHapus
  6. saya akan mencoba menjawab pertanyaan Anda yang no.2
    sedikit yang saya ketahui tentang efek induktif dengan penjelasan yang berkaitan dengan permasalahn Anda. Menurut saya mengapa jika klorin semakin menjauhi dari -COO- maka semakin lemah asamnya, hal ini disebabkan oleh berkurangnya kemampuan ikatan yang ada antara gugus yang dikatakan sebagai gugus penarik elektron atau dengan kata lain melemahnya/mengecilnyakemampuan ikatan gugus penarik elektron.
    Sebagaimana dikatakan dalam penjelasan mengenai efek induktif yaitu Makin besar penarikan elektron oleh efek induktif, lebih kuat asamnya.

    BalasHapus
  7. saya akan menjawab pertanyaan no.2
    menurut saya kenapa jika klorin semakin menjauh dari gugus karboksil maka asamnya semakin lemah disebabkan adanya penarikan elektron. Dalam asam khloroasetat, khlor menarik kerapatan elektron dari elektron dari gugus karboksil ke dirinya. Penarikan elektron ini menyebabkan delokalisasi lebih jauh dari muatan negatif, jadi menstabilkan anion dan menambah kekuatan asam dari asamnya. Makin besar penarikan elektron oleh efek induktif, lebih kuat asamnya, serta penambahan kestabilan dari anion menyebabkan bertambahnya keasaman dari suatu asam.
    semoga dapat membantu :)

    BalasHapus